Archives for the month of: August, 2013

Seandainya kamu memiliki 2 juta untuk meningkatkan performa, mungkin bike fitting ada di list terakhir setelah groupset, wheelset, trainer, jersey, etc. Dan fitting sepeda kamu coba-coba sendiri sampai berasa enak dengan panduan rata-rata di internet. Terlebih lagi memakai panduan dari TV bagaimana posisi PRO cyclist di sepeda…dengan pekerjaan sehari-hari duduk 8 jam di depan komputer.

Mungkin yang perlu dicermati, cari fitter yang memang punya kredibilitas… Bukan yang asal cari uang. Untuk itu saya mempercayakan tubuh dan sepedaku kepada Specialized Body Geometry Fit Integration Technology ( Specialized BG Fit ).

Singkatnya, bike fitting itu menyelaraskan settingan sepeda dengan tubuh kita, keinginan kita ( endurance, speed, atau comfort, atau gabungan ketiganya ). Sebab badan manusia memiliki tingkat adaptasi yang tinggi, sehingga apabila settingan sepeda tidak cocok maka tubuh kitalah yang menyesuaikan… Dan berakhir dengan ketidaknyamanan, buruknya sepeda tergeletak di gudang dan menjadi rumah bagi laba-laba.

Secara garis besarnya akan saya coba jelaskan disini, karena garis kecilnya membutuhkan kuliah di US selama setahun.

1. Background
Speed, endurance, comfort? Setting sepeda kita bergantung pada apa tujuan kita bersepeda… Kalo kamu menjawab untuk memenangi tour de france, maka setting sepedamu bakal agresif. Tapi tolong beri jawaban yang realistis ya…

Lalu, apakah pernah mengalami cedera? Kapan memulai sepeda? Ketidaknyamanan di bagian mana? Dan banyak lagi… Ini seperti kamu diwawancarai masuk kerja.

2. Body measurement
Di sesi ini seperti waktu tubuhmu diukur sebelum bajumu dibuat. Dan ini sangat mendetail, waktu kupikir aku mungkin bisa mengingatnya dan menjiplaknya… Itu seperti ujian kenaikan kelas dan mempelajari materinya hanya dengan melihat sampul bukunya.

Ukuran dan fleksibilitas tulang punggung, tangan, leher, kaki, harmstring, telapak kaki, tinggi badan, pinggul dan entah apalagi juga diukur disini. Belum lagi kanan dan kiri, katanya tubuh manusia tidak ada yang simetris. Anehnya dia tidak mengukur inseam seperti panduan2 singkat menentukan tinggi sadel.

Pokoknya di sesi ini saya seperti menjadi spesies baru yang sedang diteliti di laboratorium NASA.

3. Bike setting
Setelah mengetahui ukuran tubuh, dimulailah proses mempersatukan tubuh dengan sepeda.
Intinya terletak pada Sepatu, sadel, dn handlebar.

-Sepatu
Cleat position sangat menentukan disini. Ukuran telapak kaki, bagaimana tekanan pada kaki ketika duduk dan berdiri, dan entahlah… Tujuannya untuk menghindari cedera dan memnyalurkan tenaga seefisien mungkin disetiap kita mengayuh. Yang kutahu, dia juga menerima jasa menentukan cleat position seharga 400ribu rupiah.
Solusi: menyesuaikan ulang posisi cleat, mengganti sol sepatu (burn some money)

-Sadel
Setelah beres mengatur sepatu, beralih ke sadel. Dalam kasusku, di sadel inilah sumber segala derita yang kurasakan…pelvisku sedikit bergeser mengakibatkan kakiku berasa panjang sebelah, padahal kata dia panjang kakiku sama.

Sadel awalku terlalu sempit untuk pantatku yang lebar. Dan dengan mengganti sadel (burn some money again), mengatur ketinggian sadel, dan maju mundurnya sadel…it works like magic! Rasanya seperti mendapat transplantasi dari kaki kuda!!

-Handlebar
Yang terakhir adalah mengatur ruang kontrol sepeda. Yang salah dari settinganku? Handlebar terlalu sempit sehingga paru2 tidak dapat mengembang dengan sempurna, stem yang kurang panjang (Burn! Burn some money again baby!), dan terlalu tinggi.

4. Final check
Setelah mengatur sepatu, sadel, dan handlebar, dia melihat keseluruhan posisi badanku diatas sepeda. Dan terus bertanya apakah ada ketidaknyamanan dan diselingi sedikit penyesuaian.

Tapi, perlukah? Ya, pada akhirnya itu kembali ke pilihan masing-masing…tetapi dengan hasil yang kuperoleh, Bike Fitting merupakan keputusan paling tepat yang pernah kubuat dalam peningkatan performa.

Memang benar aku tidak balapan, tidak berkompetisi secara resmi, bekerja 8 jam sehari, dan bersepeda hanya untuk hobi. Tetapi, hidup terlalu singkat dengan fitting sepeda yang salah bukan? Siapa tahu dengan bike fitting yang tepat, kamu akan memenangkan grand tours suatu saat?

MMD

1st climb 21 minutes
2nd climb 23 minutes
3rd climb 19 minutes
4th climb 19 minutes
5th climb 19minutes 30seconds (i)
6th climb 19 minutes 28seconds (i)

Penasaran dengan ‘i’ ? Itu adalah tanda dimana kakiku ingin lepas dari tubuhku karena kusiksa di tanjakan pujon. Kata kerennya… Interval training*

Why? Setelah dari surabaya, aku memutuskan menambah intensistas untuk tanjakan ke pujon… Cerita selengkapnya, akan ada beberapa hari kedepan.

Stay tuned.

MMD

*salah satu teknik latihan di dunia sepeda

Aku tidak tahu harus bangga atau malu. Menaklukkan tanjakan termaut yang dari malang ke batu dan satu2nya korbanku orang tua dengan umur 64 tahun (hampir 2.5x umurku) memakai mountain bike.

Rencana awal, naik ke pujon lalu turun ke pertigaan pendem untuk naik lagi ke batu tetapi melewati tanjakan yang biasa kulewati.

Tanjakan ke empat mencatat waktu 19 menit… Sigh*… Kurasa harus bersabar untuk menembus waktu dibawah 15 menit.

Lalu aku turun ke pertigaan pendem dan disanalah bertemu dengan Bapak A. Having chit-chat, dan tujuan kita sama2 ke batu. Sampai di persimpangan antara melewati tanjakan biasanya, atau menuju neraka… Bapak A mengatakan dia sudah biasa lewat sana lalu mengajakku lewat sana juga.

Ego-meterku naik ke titik tertingi dan tanpa pikir panjang aku mengiyakan. Berpikir sebelum bertindak memang peribahasa yang sangat bijaksana.

Tanpa berlama-lama aku menyalip bapak A di awal dan kutinggalkan dia sangat jauh dibelakangku… I feel sorry for him…dimana 10 menit kemudian, i feel really sorry to myself…my legs and my heart especially…

Ciri tanjakannya tidak terlalu curam di awal, ditengah biasa-biasa saja, 500 meter terakhir sangat brutal.

Setelah meninggalkan bapak A di awal-awal, aku berpikir mungkin saya berkesempatan diterima di tim Pro, kemudian ngedrop chris froome* dan memenangi Mont Ventoux** di perancis. Sampai kulihat tanjakan 500 meter terakhir, dan waktu akan memindah gear… Ternyata aku sudah berada di gear teringan. I am doomed.

Sungguh, menonton tour de france dari TV dan melihat mereka menderita di tanjakan jauh lebih enak.

Speedku drop, kakiku serasa dilindas truk, dan jantungku dah pingin keluar. Setiap teknik yang kupunya sudah kuaplikasikan, entah itu benar atau salah.

Candence*** 60rpm, pedalling in circle, ignore the pain. Realitanya membuat candence 40 saja sudah bagus. Pedalling in circle? Sepertinya membentuk segitiga. Ignore the pain? What a stupid advice!…yang tersisa hanyalah harga diri yang berkata ” move your ass, you weak, wimpy little creature!”.

Aku pernah berpikir waktu melalui tanjakan ini (dengan mobil tentunya), bahwa hanya pro cyclist yang bisa menaklukkan tanjakan ini. Sekarang setelah menyelesaikannya, kupikir menjadi shopkeeper lebih enak daripada jadi pro cyclist. Cukup mereka yang menderita saja.

Setidaknya dengan menaklukkan tanjakan terberat ke batu, memberikan kepercayaan diri dalam melintasi setiap tanjakan. Dan untuk 2 minggu kedepan aku akan menjadi flatlander….what a holiday.

Bagi yang ingin menderita juga, nama jalannya jalan hasanudin. Ini jalur alternatif untuk menuju ke BNS dari pertigaan Pendem. Bis2 sering lewat jalur ini.

MMD

* tour de france 2013 general classification winner
** salah satu stage pegunungan di perancis
*** putaran pedal per menit

Jadi, sudah memutuskan memasuki dunia road cycling? Well, welcome to the dark side. The cookies is over there..

Dalam sesaat pengetahuanmu tentang road cycling berkembang sedemikian cepatnya, dan melihat bahwa road cycling memerlukan beberapa perhatian khusus untuk mendapatkan essensi dari bersepeda yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya (termasuk jatuh konyol waktu lampu merah mungkin).

Inilah the unholy trinity yang akan membawamu lebih mengeksplor the darker side of cycling
( bukan doping obat2an )

4. Cycling Jersey and cycling short
Entah di koran atau TV, kamu melihat Pro cyclist memakai pakaian serba-ketat dengan beberapa logo tercetak di pakaian mereka, dan itu sangat keren! Untuk kita manusia biasa, lebih terlihat seperti human-billboard.

Rule of thumb, jangan memakai Pro team jersey sampai kamu bisa melaju dengan kecepatan 40km/h, atau akan ada seseorang bertanya ‘Bagaimana latihan Team Sky di mallorca musim ini?’

Secara umum, kegunaan cycling jersey adalah menyerap keringat dan mengeringkannya secara cepat, sehingga tubuh kita tidak overheat seperti saat memakai kaos biasa.
lebih aerodinamis, dan juga celana dengan padding akan memberikan kenyamanan jika itu tidak membantu menyelamatkan masa depanmu.

5. Saddle
Pernah merasakan numbness(geringgingan bahasa jawanya)? jika itu terjadi waktu/sesudah bersepeda, it lead to the-worst-thing-every-man-can-think… Impotence. You’ve been warned (include me)

Ketika melihat sadel yang eksotis, fancy, yang membuat tampilan sepeda kalian lebih Pro…Jujurlah terhadap pantat kalian… ‘apakah pantat saya besar?’ Setidaknya itu menyelamatkan dompetmu…

Saran dari saya (lebih baik jangan ditanggapi terlalu serius) pemula dengan tingkat fleksibilitas 8 jam di depan komputer, carilah yang hidung sadelnya ga terlalu panjang, lalu cukup lebar, dan kalau bisa rata…berlubang kalau perlu.

Cara terbaik menyelamatkan masa depanmu adalah dengan membayar sedikit mahal untuk melakukan bike fitting(sudah masuk rencana), sebelum memutuskan untuk membeli sadel yang cocok. Siapa tahu, sadel anda sekarang adalah soulmate pantat anda?

6. Clipless pedals + specific cycling shoes
The biggest of three unholy trinity. Siapa yang tidak ingin menjadi lebih cepat di atas sepeda balap?

Inilah yang membedakan seseorang yang serius/fun dalam mengendarai road bike.Technically, kita memakai sepatu khusus yang bisa ditancapkan di pedal khusus.

Man and machine become one. Kita menjadi seperti shinji ikari di dalam Neon Genesis Evangelion. Lebih cool lagi kalau kamu menamai sepedamu EVA unit 01. ( jika melakukan saran ini, saya sungguh-sunguh akan memanggilmu shinji. Serius )

The downside? Mempelajari cara memasang dan melepasnya bisa menyebabkan jatuh beberapa kali… Sakit? Sakitnya kalah sama malunya…. Apalagi kalau jatuh di tengah2 lampu merah gara-gara lupa ngelepasin.

Saya? Jatuh di depan anak sekolah, dan diketawain… Untungnya cuma satu orang.untungnya juga dah ga punya malu.

Moral dari cerita diatas:
seperti yang Master Yoda katakan kepada Luke Skywalker “No! Try not! Do or Do not, there is no try.”

MMD